Al-Insaan (76) : 1
هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُنْ شَيْئًا مَذْكُورًا
Bukankah telah berlalu kepada manusia satu ketika dari masa (yang beredar), sedang ia (masih belum wujud lagi, dan) tidak menjadi sesuatu benda yang disebut-sebut, (maka mengapa kaum musyrik itu mengingkari hari akhirat)? |
Abasa (80) : 17
قُتِلَ الْإِنْسَانُ مَا أَكْفَرَهُ
Binasalah hendaknya manusia (yang ingkar) itu, betapa besar kekufurannya? |
Abasa (80) : 24
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ إِلَى طَعَامِهِ
(Kalaulah ia tidak memikirkan asal dan kesudahan dirinya), maka hendaklah manusia melihat kepada makanannya (bagaimana kami mentadbirkannya): |
Al-Balad (90) : 6
يَقُولُ أَهْلَكْتُ مَالًا لُبَدًا
Manusia yang demikian keadaannya (tidaklah patut ia bermegah-megah dengan kekayaannya dan) berkata: "Aku telah habiskan harta benda yang banyak (dalam usaha menegakkan nama dan bangsa). |
Al-Balad (90) : 7
أَيَحْسَبُ أَنْ لَمْ يَرَهُ أَحَدٌ
Adakah ia menyangka bahawa tidak ada sesiapapun yang melihatnya (dan mengetahui tujuannya menghabiskan harta bendanya itu? |
Al-Aadiyaat (100) : 6
إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
Sesungguhnya manusia sangat tidak bersyukur akan nikmat Tuhannya. |
Al-Aadiyaat (100) : 7
وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ
Dan sesungguhnya ia (dengan bawaannya) menerangkan dengan jelas keadaan yang demikian; |
Al-Aadiyaat (100) : 8
وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
Dan sesungguhnya ia melampau sangat sayangkan harta (secara tamak haloba). |
Al-Ashr (103) : 2
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian - |
Page 3 of 3
